Mau ajukan KUR tapi belum punya laporan keuangan? Mulai ± Rp 14 ribu per hari
Banyak pelaku UMKM menunda pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) karena merasa belum punya laporan keuangan. Padahal data untuk menyusunnya biasanya sudah ada: rekening koran, nota, rekap penjualan, bahkan catatan di buku tulis. Kami bantu mengolahnya menjadi laporan keuangan yang siap dibaca analis bank, dengan biaya mulai ± Rp 14 ribu per hari*.
Apakah KUR selalu butuh laporan keuangan?
Persyaratan berbeda antarbank dan antarplafon. Untuk plafon kecil, bank umumnya fokus pada legalitas usaha dan riwayat transaksi. Semakin besar plafon yang diajukan, semakin besar kemungkinan bank meminta laporan keuangan untuk menilai kemampuan bayar. Laporan yang rapi juga membantu kamu menjelaskan usaha dengan meyakinkan saat wawancara dengan analis kredit.
Data seadanya pun bisa diolah
- Rekening koran atau mutasi rekening usaha.
- Rekap penjualan harian atau bulanan, termasuk dari aplikasi kasir dan marketplace.
- Nota pembelian bahan atau barang dagangan.
- Daftar aset usaha: kendaraan, mesin, dan peralatan.
- Daftar utang dan cicilan yang sedang berjalan.
Hasil yang kamu terima
- Neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas sesuai SAK EMKM.
- Ringkasan kinerja usaha yang mudah dijelaskan kepada bank.
- Catatan penting supaya omzet di laporan konsisten dengan rekening koran, karena selisih ini salah satu alasan pengajuan tertahan.
Untuk panduan yang lebih rinci, baca juga artikel kami tentang laporan keuangan untuk kredit bank dan KUR.
Mulai dari konsultasi gratis
Chat kami, ceritakan rencana pengajuan dan plafon yang kamu butuhkan. Kami bantu tentukan laporan apa yang perlu disiapkan dan berapa lama waktunya. Layanan tersedia untuk UMKM di Malang, Surabaya, Tuban, dan sekitarnya.
Sedang menyiapkan pengajuan KUR?
Konsultasi gratis. Kami bantu cek data yang kamu punya dan susun laporan keuangan yang siap dibawa ke bank.
Chat Ananta, CPA Chat Farhani, Ak., CABaca juga: Laporan keuangan cafe, Laporan keuangan toko & UMKM, Beda KJA dan KAP
